Pages

Subscribe:

Blogroll

Welcome in Football lovers

Follow Me

Monday, July 15, 2013

ANALISIS: Lima Pelajaran Penting Indonesia Dari Pertandingan Melawan Arsenal


Indonesia harus membenahi masalah fisik dan program uji coba jika ingin serius menantang Cina di kualifikasi Piala Asia 2015 nanti.
Tidak perlu menjadi seorang peramal ulung untuk mengukur kekuatan antartim ketika Indonesia menjamu Arsenal dalam pertandingan eksebisi di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (14/7) lalu.

Tim yang diturunkan berlabel "Dream Team", tetapi tentu kita sepakat para pemain anggota skuat adalah juga pilar penting timnas Merah-Putih. Label pertandingan juga hanya sebuah laga eksebisi, tetapi seperti yang dijelaskan pelatih Jacksen Tiago kesempatan ini digunakan sebagai sarana persiapan menghadapi ujian yang sesungguhnya, yaitu meladeni Cina pada kualifikasi Piala Asia 2015, Oktober mendatang.

Usai pertandingan, Indonesia Dream Team menelan kekalahan tujuh gol tanpa balas. Tampak jelas kondisi stamina masih menjadi masalah dasar bagi para pemain andalan Indonesia. Dengan tingkat kesiapan fisik berkompetisi yang berbeda, masih jelas perbedaan kondisi para pemain terbaik Indonesia dibandingkan dengan Arsenal yang baru memasuki tahap persiapan pramusim.

Selain masalah paling mendasar itu, redaksi Goal Indonesia mencatat lima poin penting yang menjadi evaluasi penting bagi persiapan jika Indonesia ingin siap menantang Cina:
1. "Stamina masih menjadi kendala utama"


Meski sudah membawa pelatih fisik Osvaldo Lessa dari Persipura Jayapura, stamina masih menjadi kendala utama tim Indonesia. Pemain non-Persipura tampak kewalahan karena menjalani pola latihan stamina yang berbeda. Salah satu dampak jeleknya stamina para pemain Indonesia adalah ketika para pemain utama Arsenal masuk dan dengan mudah mengacak-acak pertahanan tim sehingga muncul lah gol ketiga, keempat hingga ketujuh.
- Abi Yazid

2. "Lini belakang sebenarnya sudah oke"


Lini belakang tim sebenarnya sudah bagus dan cukup disiplin. Setidaknya mereka mampu meredam serangan Arsenal hingga menit ke-70. Setelah itu, kembali ke masalah klasik ditambah pula masuknya para pemain reguler lawan. Secara keseluruhan permainan tim asuhan Jacksen sangat underperform. Umpan-umpan tidak terarah, kontrol bola kerap lepas, dan finishing sama sekali tumpul.
Tegar Paramartha

3. "Jacksen harus fokus"


Konsentrasi Jacksen tidak bisa terbelah. Saat ini Persipura sudah bisa dikatakan juara, tapi menangani timnas bukan seperti menangani klub. Jacksen harus mengeksplorasi, mengevaluasi, serta menganalisa semua pemain Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke sebelum mengambil keputusan memanggil seorang pemain ke skuat Garuda. Kita tahu Jacksen penggemar statistik, tapi skema tim membutuhkan karakter pemain yang tidak terwakilkan oleh angka atau laporan statistik belaka.
Gunawan Widyantara

4. "Butuh program uji coba yang jelas"


PSSI semestinya memiliki program kerja yang jelas. Uji coba melawan tim-tim besar memang bagus, tetapi porsinya harus diimbangi dengan uji coba lain melawan tim yang sepadan atau bahkan tim yang kualitasnya di bawah Indonesia. Kemenangan otomatis menambah kepercayaan diri tim, selain itu tim pelatih dapat mengevaluasi kekuarangan maupun kelemahan tim. Lihat contoh Filipina yang punya program kerja timnas dengan hasil sangat memuaskan. Di kalender matchday resmi FIFA tersedia tanggal 14 Agustus dan 6-10 September untuk menggelar maksimal tiga pertandingan internasional, kenapa tidak dimanfaatkan?
Eric Noveanto

5. "Apakah timnas bukan tempat untuk Sergio van Dijk?"


Sudah dua laga resmi dan satu laga eksebisi dilalui, tetapi Van Dijk belum mampu mencetak gol untuk skuat Merah-Putih. Bertolak belakang dengan rekor penampilannya yang mentereng untuk Persib Bandung. Dari pertandingan melawan Arsenal, Van Dijk juga sering berada di posisi yang salah, baik saat tim membangun serangan melalui open play atau set piece. Apakah tidak ada skema khusus menyerang yang dirancang untuk memudahkan Van Dijk mencetak gol? Mungkin terlalu dini mengatakan Van Dijk tidak cocok untuk timnas, tetapi yang jelas dia membutuhkan seorang gelandang serang untuk menopang permainannya. Nama Stefano Lilipaly kembali terlintas di pikiran.
- Agung Harsya

Bagaimana penilaian Anda tentang penampilan tim Indonesia saat menghadapi Arsenal? Sampaikan melalui kolom komentar berikut ini!

Edisi Goal.com

ukas Podolski: Fans Indonesia Luar Biasa, Gila!



Pemain asal Jerman ini terkesan dengan sambut fans, dan bakal menikmati laga melawan Indonesia Dream Team.

Striker Arsenal Lukas Podolski merasa terkesan dengan sambutan luar biasa yang diperlihatkan fans The Gunners selama berada di Indonesia.

Arsenal sudah ada di Jakarta sejak dua hari lalu. Kehadiran klub Liga Primer Inggris ini sudah mendapat sambutan dari fans mereka sejak berada di Bandara Halim Perdanakusuma.

“Banyak fans sudah menyambut kami sejak tiba di Bandara. Mereka sangat fantastis, luar biasa, gila!” ujar Podolski.

“Saya perkirakan tiket pertandingan nanti akan habis terjual.”

Podolski menilai pertandingan melawan Indonesia penting bagi Arsenal dalam menyambut musim baru. Pemain asal Jerman ini mengaku akan menikmati laga melawan Indonesia Dream Team di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (14/7) malam WIB.

“Kami harus bisa mengawali musim dengan baik, termasuk laga-laga pramusim. Kami harus menikmati pertandingan nanti. Apalagi Indonesia akan mendapat dukungan penuh dari suporternya,” kata Podolski.

Mikel Arteta: Motivasi Skuat Arsenal Tinggi

Gelandang Arsenal Mikel Arteta menegaskan skuat The Gunners lebih termotivasi untuk meraih kesuksesan di musim ini.

Seperti yang diketahui, fans The Gunners berharap klubnya dapat menghentikan puasa gelar juara yang terjadi sejak 2005 silam, dan Arteta mengaku itu memberi tim tekanan lebih berat, tetapi ia tetap yakin mereka dapat mematahkan tren negatif itu.

"Kami merasakan tekanan yang lebih banyak. Kami adalah tim besar di mana ada tanggung jawab untuk memenangkan trofi. Ini membuat saya lebih termotivasi. Kami memiliki skuat yang lebih kuat dan saya pikir kami lebih dekat saat ini," ujar Arteta kepada The Mirror.

"Saya yakin kami dapat menjadi pesaing juara lagi, tetapi ini juga menciptakan atmosfer bagus untuk fans dan mereka membutuhkan itu karena kami tidak memenangkan trofi selama bertahun-tahun. Mereka butuh sesuatu. Dukungan yang mereka berikan sudah cukup impresif."

"Saya yakin dengan apa yang kami miliki tetapi jika kami bisa memperkuat tim sedikit, maka kami dapat memangkas jarak dengan tim lain. Itulah yang kami incar. Tidak mustahil memenangkan gelar juara. Saya tidak berpikir kami terlalu jauh. Fakta bahwa kami tidak juara selama delapan tahun membuat itu sulit dipercaya. Tetapi itulah yang harus kami lakukan."