Pages

Subscribe:

Blogroll

Welcome in Football lovers

Follow Me

Sunday, March 31, 2013

The Cityzen kembali dengan skuat terbaiknya




Terlepas dari kemenangan yang didapat Manchester United di kandang Sunderland, tiga poin yang diperoleh Manchester City atas Newcastle United tadi malam tetaplah hal positif buat mereka.


Menjamu Newcastle di Etihad Stadium, Sabtu (30/3), pasukan Roberto Mancini memperlihatkan performa yang menyakinkan, dan itu mudah diilihat dari angka di papan skor: 4-0.

"Kemenangan ini adalah penting untuk membangkitkan semangat kami. Untuk mengejar MU memang adalah hal yang sulit, tapi kami bertekad untuk menyelesaikan musim ini dengan baik," ujar Mancini kepada harian The Guardian.

Sementara itu di kubu lawan, kendati jaya di Europe League, Newcastle malah bermain angin-anginan di kompetisi domestik. Kekalahan yang didapat dari City, membuat jurang degradasi semakin terbuka lebar. Sang Pelatih Alan Pardew beralasan bahwa absennya beberapa pilar penting, serta kondisi tim yang sedang terfokus pada kompetisi Eropa, jadi alasan atas kekalahan menyakitkan dari City.

4-4-1-1 versus 4-2-3-1

Kegagalan menggunakan back-three yang keropos saat laga melawan Everton dua minggu lalu dijadikan pelajaran berharga oleh Mancini. Kembalinya Vincent Kompany di barisan pertahanan pasca cedera panjang membuat City kembali menggunakan 2 center back plus 2 full-back di lini belakang. Menariknya, performa Nastasic yang tak begitu baik saat menghadapi Everton dan kualifikasi Piala Dunia bersama Serbia membuat Joleon Lescott kembali naik ke posisi starting eleven.

Di lini tengah, terlihat dengan jelas Mancini ingin memanfaatkan kelemahan Newcastle yang kehilangan duafull-back kanan-kiri mereka, Mathieu Debuchy dan Davide Santon. Formasi Everton saat mematikan The Citizens dengan 4-4-1-1 pun kemudian ditiru oleh Mancini.

Secara bersamaan Nasri dan Silva di pasang sejak awal untuk memaksimalkan penyerangan lewat daerahflank. Keduanya diplot untuk membantu Tevez yang posisinya disimpan di belakang Dzeko sebagai target man di depan.

Tak ingin keropos kembali di tengah, Mancini enggan mengutak-ngatik posisi Gareth Barry dan Yaya Toure. Toure sendiri saat melawan Everton perannya sempat digantikan oleh Javi Garcia.
Sementara itu di kubu lawan, menghadapi City di El Etihad Stadium tak ada perubahan formasi mendasar di lakukan oleh The Magpies. Meskipun harus kehilangan dua full-back, Alan Pardew tetap memakai pola 4-2-3-1.

  1.  Absennya Davide Santon membuat Jonas Guiterez yang biasa di posisi sayap, mundur menjadi full-backkiri.

  2. Newcastle Memilih Bertahan

    Di babak pertama City tidak begitu dominan menyerang, sedangkan Newcastle lebih bertahan dengan menumpuk banyak pemain di tengah. Pardew memang mengintruksikan anak asuhnya agar menahan City tak berlama-lama menguasai bola di daerah sepertiga lapangan akhir Newcastle.

    Posisi center back Yanga Mbiwa dan Steven Taylor bahkan lebih sering berada out of box ketimbang berada di dalam menjaga Dzeko yang performanya tak begitu bagus. Sepanjang babak pertama, dari 10 kali percobaan passing, Dzeko hanya mampu menyelesaikan 6 kali. Ini diakibatkan penjagaan ketat yang dilakukan Taylor membuat Dzeko tak berkutik.

    Di babak pertama, karena hampir semua pemain tengah Newcastle bergerumul di tengah, City lalu memfokuskan serangan melalui sektor sayap dengan cara mengoptimalkan dua flank-nya. Hal ini terutama dilakukan melalui Gael Clichy. Terlihat dari Action Areas di bawah ini, bahwa Clichy acap kali memasuki daerah sepertiga lapangan akhir Newcastle di sebelah kiri. Dari sinilah City membangun serangannya.
  3. Menyerang Lewat Flank dan Tevez yang 'Coming from Behind'

    Sampai menit 30, Silva lebih cenderung berkutat di tengah dan membiarkan Tevez leluasa berkolaborasi melakukan umpan-umpan pendek dengan Dzeko, Nasri dan Clichy.

    Sementara itu, di area sayap kanan, Nasri lebih cenderung melakukan tusukan ke depan gawang. Hal ini terjadi karena full-back kanan city yaitu Zabaleta jarang naik ke depan akibat diplot menahan laju sayap kiri Newcastle yaitu Goufran dan Guiterez. Keduanya memang merupakan pemain bertipikal menyerang.

    Serangan efektif City di babak pertama berasal dari sayap kiri. Berbeda dengan Zabaleta, posisi Clichy bahkan lebih banyak bermain di daerah sepertiga lawan. Efektivitas Clichy tak lepas dari Silva yang sengaja ditarik Mancini bermain agak ke tengah, sehingga Obertan dan Cabaye tertarik dan meninggalkan sedikit ruang kosong di sayap kiri.

    Di awal babak pertama, City sering mengirimkan crossing panjang yang diarahkan kepada Dzeko di kotak penalti. Namun, dari empat head duel yang didapat Dzeko, semuanya berujung pada kegagalan. Karenanya, untuk menerebos barisan pertahanan Mancini mulai mengintruksikan triangle Silva-Tevez-Nasri untuk melakukan shortpass yang diakhiri umpan terobosan ke area kotak penalti lawan.
  4. Peran Yaya Toure dan Buruknya Lini Depan Newcastle

    Performa sayap kanan The Magpies amatlah buruk. Karenanya, serangan melalui sayap kanan Newcastle selalu di awali dengan crossing-crossing panjang. Absennya Mathieu Debuchy pun sangat terasa betul. Saat diserang, winger Gabriel Obertan selalu telat membantu pertahanan, dan posisinya saat bertahan pun lebih cenderung ke tengah untuk menjaga Silva.

    Kelemahan ini terus di eksploitasi oleh Mancini. Intensitas serangan melalui flank kiri pun ia tambah 5 menit menjelang babak pertama usai. Nasri yang biasa ke kanan pun diperbantukan ke kiri. Dua gol di menit 40 dan 45 menjadi pembuktian hal tersebut.

    Peran Yaya Toure dan Garreth Barry untuk menghentikan laju Goufran, Sissoko dan Obertan patut di apresiasi. Karena peran keduanya, suplai bola ke Cisse amatlah minim. Untuk mendapatkan bola, tak jarang Cisse harus turun ke daerah pertahanan sendiri.

    Alan Pardew memang mengintruksikan anak asuhnya untuk lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik melalui umpan-umpan panjang. Tercatat 60 longball dilakukan para pemain Newcastle, 13 di antaranya dikonversi menjadi crossing ke depan gawang Joe Hart. Sayangnya, crossing yang berhasil hanya mencapai 3 kali.

Monday, March 18, 2013

Persiapan Timnas Indonesia VS Arab Saudi

Football Lovers  - Pelatih Timnas Indonesia yang baru, Rahmad Dharmawan (RD), tidak punya banyak waktu untuk menyusun skuadt utama yang akan menghadapi Arab Saudi pada pertandingan kedua Pra Piala Asia 2015, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) 23 Maret mendatang. 

RD yang baru memimpin latihan timnas Senin (18/3) sore ini, sudah harus mengumumkan skuat utama pada Selasa (19/3) besok atau Rabu (20/3) pagi.

"Kami memang tidak punya waktu. Mungkin tidak akan ideal, tapi saya akan bersikap fair kepada semua pemain," kata RD di Lapangan C Senayan Jakarta, sore tadi.

Di tengah lapangan, RD didampingi oleh salah satu asistennya, Yeyen Tumena. Sesi latihan sore kali ini dihadiri oleh sekitar 58 pemain dengan Titus Bonai, Arif Suyono, dan Jandia Eka Putra sebagai pemain tambahan yang baru hadir.

Kini skuat timnas sudah komplit dan hanya tinggal menunggu keputusan dari pelatih kepala untuk menyeleksi para pemain itu guna mendapatkan 23 pemain utama yang akan berlaga di pertandingan kedua Pra Piala Asia 2015 melawan Arab Saudi. 

Ia menyatakan, kondisi timnas saat ini sama seperti ketika Timnas Indonesia menjelang pertandingan lawan Turkmenistan di Pra Piala Dunia lalu. 

"Sekarang posisinya sama seperti peralihan Alfred Riedl ke Wim Rijsbergen. Bedanya waktu itu sudah 23 pemain. Tinggal teruskan saja. Tapi kini ada 58, semoga saja bisa mendapatkan hasil terbaik," harapnya. [jawapos]

Saturday, March 16, 2013

Butragueno: Madrid Lebih Termotivasi Kejar Champions


MADRID, Football.lovers — Direktur Relasi Institusional Real Madrid, Emilio Butragueno, mengungkapkan, musim ini, timnya lebih termotivasi mengejar trofi Liga Champions ketimbang Liga BBVA.

"Kami jauh dari target kami di liga, jadi kami lebih termotivasi menjuarai Liga Champions musim ini," aku Butragueno.

Hingga pekan ke-27 Liga BBVA, Madrid duduk di peringkat kedua dengan nilai 58, atau kalah 13 poin dari Barcelona.

Di Liga Champions, Madrid melaju ke perempat final Liga Champions setelah menyingkirkan Manchester United dengan agregat 3-2 (1-1, 2-1). Di babak delapan besar, mereka akan bertemu wakil Turki, Galatasaray, yang pada babak 16 besar menyingkirkan Schalke dengan agregat 4-3 (1-1, 3-2).

"Ajang Eropa tak memberi Anda hadiah. Di atas kertas, tampaknya ada tim yang lebih kuat dan lebih tangguh untuk menjadi lawan, tetapi dalam sepak bola, terutama di ajang ini, siapa pun merupakan lawan tangguh. Kami sangat menghormati (Galatasaray). Ini adalah ajang yang sangat bergengsi sekaligus berbahaya. Kesalahan apa pun, penampilan buruk, dan Anda bisa tersingkir," ujar Butragueno.
Senada dengan itu, asisten pelatih Madrid, Aitor Karanka mengatakan, "Merupakan tindakan salah berpikir bahwa Galatasaray akan mudah ditaklukkan."

Madrid akan lebih dulu menjamu Galatasaray di Santiago Bernabeu pada 3 April 2013. Leg kedua akan digelar di Ali Sami Yen Spor Kompleksi, Istanbul, pada 9 April 2013.

Semoga KLB Akhiri Konflik di PSSI Indonesia



JAKARTA, Football.lovers - Konflik sepak bola Indonesia diharapkan bisa berakhir dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Hotel Borobudur, Minggu (17/3/2013).
KLB PSSI akan membahas empat agenda, di antaranya pengembalian empat anggota Eksekutif Komite yang dipecat, revisi statuta, penyatuan liga sepak bola profesional, dan peserta KLB adalah peserta Kongres Solo. Empat agenda itu dibuat berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) di Kuala Lumpur, Maret 2012.
"Saya berharap konflik ini bisa cepat selesai. Jadi, tidak ada yang dirugikan. Mari sama-sama membangun sepak bola Indonesia. Kalau dirugikan, sama aja bohong," tutur mantan pemain timnas pada era '90-an, Widodo Cahyono Putro, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (16/3/2013).
Namun, masalah masih terjadi jelang KLB yakni perihal peserta. Polemik itu mencuat setelah Ketua Umum (Ketum) PSSI, Djohar Arifin, memutuskan untuk mengundang 100 peserta KLB seperti tertuang dalam surat keputusan No. SEKP/32/JAH/III/2013 tentang voters KLB PSSI tertanggal 8 Maret 2013. Namun, keputusan itu dinilai tidak masuk logika mengingat beberapa pengprov baru saat ini sudah dilantik Ketum PSSI. "Capek juga kita jika kongres ada intrik-intrik lagi. Saya berharap konflik ini cepat selesai. Saya ingin semua satu," tegas Widodo.


Friday, March 15, 2013

Hasil Draw UEFA EUROPA LEAGUE

Nyon - Pengundian babak perempatfinal Liga Europa telah dilakukan. Inggris sebagai pengirim wakil terbanyak tidak ada satupun yang saling berhadapan.

Bertempat di Nyon, Swiss, Jumat (15/3/2013) malam WIB, pengundian ini dilakukan oleh mantan striker Ajax Amsterdam, AC Milan dan Barcelona Patrick Kluivert.

Hasilnya dari pengundian itu relatif tidak ada big match. Juara Eropa sekaligus favorit juara kompetisi ini Chelsea akan ditantang oleh tim Rusia, Rubin Kazan.

Tottenham Hotspur, yang lolos usai menyingkirkan Inter Milan akan melawan tim dari Swiss, Basel. Satu-satunya tim asal Italia, Lazio akan menghadapi mantan jawara Turki Fenerbahce. 

Sementara itu, satu wakil terakhir Inggris Newcastle United akan menjajal kekuatan tim elite Portugal, Benfica.

Untuk kali pertama, empat tim yang nantinya berhasil lolos akan kembali diundi. Pertandingan leg I akan dimainkan pada 4 April dan leg II akan dimainkan pada 11 April 2013.


Hasil Pengundian Babak 8 Besar Liga Europa:

Chelsea vs Rubin Kazan
Tottenham Hotspur vs Basel
Fenerbahce vs Lazio
Benfica vs Newcastle United

*) Tim yang disebutkan lebih dahulu menjadi tuan rumah di leg pertama

UEFA : Hasil draw Liga Champion 2013


UEFA.com - Undian babak perempatfinal Liga Champions baru saja selesai dilakukan. Undian tersebut mempertemukan Paris St Germain dengan Barcelona serta Bayern Munich dan Juventus.

Undian yang dilangsungkan di Nyon, Swiss, Jumat (15/3/2013) sore WIB, tersebut dibuka oleh Sekjen UEFA Gianni Infantino. Direktur Kompetisi UEFA Giorgio Marchetti kemudian naik untuk menjelaskan peraturan pengundian.

Tidak ada batasan dalam undian perempatfinal ini. Artinya tim yang berasal dari negara yang sama bisa saja bertemu. Barcelona bisa bertemu dengan Real Madrid, sementara Bayern Munich bisa bertemu dengan Borussia Dortmund.

Namun, pada akhirnya duel antara satu tim dari negara yang sama itu tidak terjadi. Lewat undian yang dilakukan oleh mantan gelandang Madrid dan Liverpool, Steve McManaman, Madrid akhirnya bertemu Galatasaray, sedangkan Barca bertemu Paris St Germain.

Pada pertandingan lainnya, Bayern Munich akan bertemu satu-satunya wakil Italia di perempatfinal, Juventus.

Satu pertandingan lainnya mempertemukan Malaga dengan Borussia Dortmund. Ini adalah duel debutan dengan mantan juara.

Leg I babak perempatfinal Liga Champions akan dihelat pada 2 dan 3 April 2013. Sementara leg kedua akan dilangsungkan pada 9 dan 10 April.

Hasil Babak Perempatfinal Liga Champions

Malaga vs Borussia Dortmund
Real Madrid vs Galatasaray
Paris St Germain vs Barcelona
Bayern Munich vs Juventus


*tim yang disebut lebih dulu akan menjadi tuan rumah lebih dulu di leg I

lebih jelasnya lihat gambar ini ! klik disini

Thursday, March 14, 2013

PSSI : Skuad Timans Indonesia melakukan Training

Pemain yg sudah hadir di Training Camp Timnas Indonesia


pemain yg sudah hadir di Training Camp Timnas Indonesia

ISL
Zulkifli Syukur, Patrich Wanggai, F Pahabol, Richardo Salampessy, Emmanuel Wanggai, Boaz S, Ruben Sanadi, Ian Louis Kabes, M.Robby, Ferdinand Sinaga, Abdur Rahman, Tantan , Jajang Mulyana, dan Samsidar, Ahmad Bustomi, Ponaryo Astaman, Zulham Zamrun ..

IPL 
Anggi A. Yusuf, Andik Vermansah, Taufiq, Tonnie Cussell, Stephano Lilipaly, T.A musyafri, Mario Aibekop, Deny Marcel, Valentino Telaubun, Nopendi, Raphael Maitimo, Diego Michiels, Husin Rahaningmas ..

kabarnya pemain PERSIB dan Arema akan datang malam ini .. 
GO GO GO TIMNAS INDONESIA !!

Wednesday, March 13, 2013

Ini Dia 8 Kontestan Perempatfinal Liga Champions

Jakarta - Delapan tim yang melangkah ke babak perempatfinal Liga Champions 2012/2013 akhirnya didapat. Bayern Munich dan Malaga menjadi klub terakhir yang memastikan lolos.

Bertanding di Allianz Arena, Kamis (14/3/2013) dinihari WIB, Bayern bermain kurang meyakinkan. The Bavarian menelan kekalahan 0-2 atas The Gunners melalui gol-gol yang dilesakkan Olivier Giroud dan Laurent Koscielny.

Bayern beruntung mereka sudah menabung keunggulan 3-1 di leg pertama. Meski secara agregat kedua tim sama kuat 3-3, skuat besutan Jupp Heynckes unggul dengan aturan agresivitas gol tandang.

Sementara itu dari Spanyol, Malaga melanjutkan kejutan mereka dengan memetik kemenangan 2-0 saat menjamu FC Porto. Hasil tersebut membalas kekalahan 0-1 yang diderita saat melawat ke Portugal tiga pekan lalu. Unggul agregat 2-1, Malaga lolos ke perempatfinal.

Raihan tersebut jadi catatan hebat buat tim asal Andalusia itu karena ini merupakan musim debut mereka di Liga Champions.

Bayern dan Malaga menyusul enam tim lain yang sudah lebih dulu lolos ke delapan besar. Mereka yang sudah lebih dulu melangkah adalah Real Madrid, Borussia Dortmund, Juventus, Barcelona, Galatasaray dan Paris Saint Germain.

Drawing babak delapan besar akan dilakukan Jumat (15/3/2013) besok di Nyon. Menggunakan sistem pengundian terbuka, seluruh tim berpeluang berhadapan dengan tim lain tanpa pengecualian. Sementara leg pertama perempatfinal akan dilangsungkan pada 23 dan 24 April, sementara leg kedua dihelat di 30 April dan 1 Mei.

Kontestan 8 Besar Liga Champions 2012/2013

- Malaga
- Real Madrid
- Paris Saint-Germain
- Bayern Munich
- Borussia Dortmund
- Juventus
- Barcelona
- Galatasaray


Dan tak ada satupun Wakil dari BPL musim ini. 

CAlon Duta IM3

BANTU SAYA !! HELP ME ! YANG PUNYA AKUN FACEBOOK MOHON INI DILIKE IYA SECEPATANYA !! KINGJINGI DISINI !! SEMOGA KEBAIKAN ANDA DIBALASKAN DENGAN SETIMPAL..AMIN :)

Tuesday, March 12, 2013

'El Barca' Samai Rekor Perempatfinal 'The Red Devils'



Barcelona - Keberhasilan sampai ke babak delapan besar Liga Champions musim ini merupakan yang ke-12 untuk Barcelona. Jumlah itu disebut sebagai yang terbanyak dan sebelumnya cuma dicatatkan Manchester United saja.

Barca mengunci tiket perempatfinal setelah menang 4-0 atas Milan di Camp Nou, Rabu (13/3/2013) dinihari WIB, dalam partai leg II babak 16 besar Liga Champions.

Maka kendatipun Barca kalah 0-2 dalam laga leg I di San Siro lalu, klub Spanyol itu berhak melaju ke babak berikutnya karena menang dengan agregat 4-2 atas Milan.

Sejak format Liga Champions diberlakukan mulai musim 1992-93 lalu, ini merupakan kali ke-12 Barca bisa sampai ke perempatfinal. Sejauh ini jumlah tersebut baru bisa ditorehkan oleh klub Inggris Manchester United--yang musim ini justru sudah kandas.

'The Red Devils' dan 'El Barca' bisa ditemani satu "personil" lagi dalam daftar tim paling sering sampai ke perempatfinal Liga Champions, jika saja Bayern Munich dapat menyingkirkan Arsenal dalam laga leg II babak 16 besar, Kamis (14/3) dinihari WIB. Demikian seperti diwartakan situs resmi Barca.

Jelang Liga Champions Lahm: Berteknik Bagus, Arsenal Layak Diwaspadai

Kapten bayer Munchen Philip lahm
Munich - Philipp Lahm meyakini bahwa Arsenal adalah salah satu tim di Eropa dengan teknik permain terbaik. Kendati demikian, ada juga hal yang membuatnya sangsi dengan peluang The Gunners.

Arsenal setidaknya butuh kemenangan tiga gol tanpa balas di Allianz Arena, Kamis (14/3/2013) dinihari WIB. Jalan untuk mencapainya diprediksi tidak mudah, apalagi tim asal London Utara itu bakal bertanding tanpa Lukas Podolski dan Jack Wilshere.

Di sisi lain, Lahm menebak bahwa Arsenal yang butuh tiga gol itu akan langsung menekan sejak awal. Sebaliknya, Bayern bisa saja menunggu dan membalas lewat counter attack.

Satu-satunya yang wajib diwaspadai, lanjut Lahm, adalah teknik permainan dari tim besutan Arsene Wenger itu. Kendati demikian, Lahm juga menyebut bahwa Arsenal belum ada dalam level terbaik.

"Mereka harus menekan kami sejak awal dan kami bisa membalas mereka lewat serangan balik," ucap Lahm di Telegraph.

"Arsenal diberkahi dengan teknik bagus. Mereka adalah salah satu tim top di Eropa. Tapi, apakah saat ini mereka berada dalam level terbaik? Saya rasa tidak demikian."

Sebagai catatan, Bayern selalu mencetak gol di dalam masing-masing 13 laga terakhirnya di Liga Champions. Tim terakhir yang bisa membendung Bayern adalah Basel pada Februari 2012.

Sementara itu, Arsenal baru satu kali mencatat clean sheet di dalam 23 laga tandang terakhirnya di Liga Champions. Mereka sudah bertemu lima kali dengan Bayern di Liga Champions. Hasilnya, Bayern menang tiga kali, Arsenal menang satu kali, dan satu laga lainnya berakhir imbang.

Barcelona VS Milan di Liga champions leg ke-2

Rossoneri Berharap Keajaiban 19 Tahun Lalu




Kalah 0-2 oleh gol Kevin Prince-Boateng dan Sulley Muntari di laga pertama, malam ini Barcelona akan menjamu AC Milan di leg II babak 16 besar Liga Champions.

Dalam sejarah kompetisi Eropa, kedua tim ini telah bertemu 14 kali di Liga Champions dan 1 kali di Piala Super. Di panggung Eropa ini, dalam satu dekade terakhir, baik Milan maupun Barcelona dapat dikatakan sebagai raja. Dalam rentang waktu 2003-2007 AC Milan pernah 3 kali melaju ke final dan meraih 2 gelar, sementara pada 2006-2011 Barcelona meraih 3 gelar juara.

Salah satu pertandingan mereka monumental, ketika Milan menghempaskan Barcelona 4-0 di final musim 1993/1994. Barcelona yang kala itu diperkuat pemain-pemain pemain kelas dunia semacam Ronald Koeman, Hristo Stoichkov, dan Romario harus menelan kekalahan karena dua gol dari Daniele Massaro, serta satu gol dari Dejan Savicevic dan Marcel Desailly. Pertandingan itu pun jadi laga yang menasbihkan Fabio Capello sebagai pelatih muda berbakat di dataran Eropa.

Uniknya, kondisi Barca dan Milan di final 19 tahun lalu itu mirip dengan kondisi kedua tim saat ini. Kala itu Milan baru ditinggal para pilarnya dari negeri Belanda, yaitu trio Gullit-Van Basten-Riijkaard, dan kehilangan dua centerback andalannya karena cedera: Baresi dan Costacurta. Sementara Barcelona yang diarsiteki seorang jenius Johan Cruyff sedang berada di puncak permainannya.

Kondisi sama pun seolah berulang lagi di babak 16 besar kali ini. Musim ini Milan baru saja ditinggal para legendanya: Seedorf, Nesta, Inzaghi, dkk, serta harus kehilangan striker andalannya, Pazzini (cedera) dan Balotelli, yang terlanjur terdaftar bersama Manchester City di Liga Champions. Sementara Milan terseok-seok di awal musim, Barcelona melaju mulus di La Liga.

Sebagaimana keterkejutan banyak orang atas kekalahan sang dream-team pada 1994, kemenangan Milan atas Barcelona pada 20 Februari lalu juga di luar dugaan banyak pecinta sepak bola. Bedanya kali ini pertandingan tidak berjalan selama 90 menit. Di depan puluhan ribu pendukungnya Barcelona masih memiliki kesempatan untuk meraih satu tiket ke babak selanjutnya. 

Prediksi Formasi: 4-3-3 versus 4-3-3

Dengan cedera yang dialami De Jong, Bonera, Antonini, Pazzini, serta Philippe Mexes yang juga diragukan untuk tampil, Milan sebenarnya tidak memiliki banyak pilihan untuk mengubah-ubah formasi. Mereka diprediksi akan menurunkan susunan pemain yang sama saat mengalahkan Barcelona di Milan, dengan El-Shaarawy menjadi ujung tombak menggantikan Pazzini dan Mbaye-Niang mengisi pos El-Shaarawy.

Namun, jika ingin bermain lebih defensif, Milan bisa menurunkan Antonio Nocerino dan memainkan formasi berlian di lini tengah untuk mematikan pergerakan-pergerakan pemain tengah Barcelona. Selain itu, Nocerino juga bisa diplot untuk membatasi gerak Jordi Alba seperti halnya Jose Calejon saat Real Madrid mengalahkan Barcelona 2 pekan lalu. 

Kunci kemenangan Milan 3 pekan lalu sesungguhnya bukan terletak pada susunan formasinya, namun pada kedisiplinan baik lini tengah maupun lini belakang dalam bertahan, serta peran masing-masing pemain tengahnya. Ambrosini akan menahan gempuran pemain Barca, Montolivo mengalirkan bola ke samping, sementara Muntari dengan energinya akan memberikan kecepatan saat melakukan serangan balik. Hal ini mirip dengan yang dilakukan oleh Cesare Prandelli di Italia dengan De Rossi, Pirlo, dan Marchisio. 

Sementara itu, di kubu Barcelona, Jordi Roura dapat menurunkan pemain-pemain terbaiknya. Dalam La Liga pekan lalu, Messi, Iniesta, Busquets, Jordi Alba, Pique, dan Pedro telah diistirahatkan demi menghadapi laga ini. 

Dengan rapatnya lini tengah, kunci untuk membongkar pertahanan AC Milan sendiri terletak di sisi lateral lapangan. Kombinasi Messi-Alves-Pedro di sisi kiri bisa merepotkan Kevin Constant, sementara Jordi Alba akan coba meregangkan ruang permainan di sisi kanan sehingga Fabregas atau Iniesta bisa menusuk masuk ke dalam kotak penalti. 

Key Player: El Shaarawy dan Lionel Messi

Dengan absennya Pazzini, El-Shaarawy akan jadi andalan Max Allegri dalam mencetak gol. Sejauh ini di Liga Champions ia jadi pencetak gol terbanyak Milan dengan 2 gol. Namun, Allegri juga bisa mengharapkan El-Shaarawy untuk menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Di kompetisi ia telah mencetak 2 assist dan 4 di ajang Serie-A.

Di kubu Barcelona, Lionel Messi tetap jadi pemain yang akan diandalkan saat tim ini mengalami kebuntuan. Total 5 gol dan 2 assist telah ia berikan di Champions League musim ini. Kemampuan pemain asal Argentina dalam menjebol gawang lawan juga sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Dalam 27 kali penampilannya bersama Barca di La Liga ia sudah memasukkan bola dalam gawang sebanyak 40 kali, atau rataan 1,48 gol perpertandingan.
Key Battle

Dani Alves vs El Shaarawy




Dengan keadaan 2-0, gol tandang jadi hal krusial. Satu gol saja yang dibuat oleh Milan maka Barcelona berarti harus mencetak 4 gol untuk dapat lolos. Bukan sesuatu hal yang mustahil, memang. Tapi akan berat untuk dilakukan. 

Apalagi lini pertahanan Barca tidak sedang berada di puncak performa. Dari 14 laga terakhi, baru di pertandingan pekan lalu melawan Deportivo La Coruna saja Barca tidak kebobolan. 

Hal inilah yang harus dimanfaatkan oleh Allegri terutama dengan memanfaatkan serangan balik. Baik Jordi Alba maupun Dani Alves akan membantu Messi dan Iniesta di sayap kiri-kanan sehingga akan tercipta ruang yang bisa dieksploitas baik Sharaawy maupun Mbaye-Niang untuk masuk menusuk dari sisi sayap kanan-kiri lapangan. 

Selain itu, kehadiran El-Shaarawy di sisi kiri lapangan juga setidaknya akan membatasi gerak Alves dalam menyerang dan mematikan kombinasi Messi-Alves yang sudah padu dalam 3 tahun terakhir. Dalam pertandingan lalu, kombinasi Messi-Alves akan lebih berbahaya dibandingkan dengan Iniesta-Fabregas-Alba di sayap kiri. 

Xavi Hernandez vs Kevin Prince Boateng


Lionel Messi vs Philippe Mexes

Dilihat dari grafik kebobolan AC Milan di bawah ini terlihat bahwa Milan acap kali kebobolan dari luar kotak penalti. Bahkan, dari 32 kali kebobolan di Serie-A, 8 kalinya berasal dari tendangan pemain-pemain tengah lawan dari jarak jauh.



Di kubu Barcelona, Lionel Messi jadi pemain yang bisa diandalkan untuk mencetak gol-gol semacam ini. Ia acap kali bergerak ke dalam di sepertiga lapangan akhir sementara Alves akan merangsek naik menjaga ruang permainan tetap lebar. Saat masuk ke poros tengah lapangan inilah Messi biasanya melancarkan tendangan-tendangan jarak jauh. 

Philippe Mexes, yang bertugas dengan baik di pertandingan pertama dalam menghambat gerakan-gerakan Messi, akan bertarung lagi dengan pemain terbaik di dunia ini jika kondisi kesehatannya sudah pulih. Namun Milan harus berhati-hati. Naiknya Mexes untuk menjaga Messi akan menyisakan celah yang dapat diekploitasi oleh Pedro atau David Villa.

Prediksi Starting Line-up:

Barcelona: Jordi Alba, Carlos Puyol, Gerard Pique, Dani Alves; Xavi Hernandez, Sergio Busquets, Andres Iniesta; Cesc Fabregas, Lionel Messi, Pedro.

AC Milan: Ignazio Abate, Cristian Zapata, Philppe Mexes, Kevin Constant; Riccardo Montolivo, Massimo Ambrosini, Sulley Muntari; Mbaye-Niang, El-Shaarawy, Kevin Prince Boateng.



Abiatti Punya Rekor Buruk di Camp Nou



LMfAtB - Kiper AC Milan, Christian Abbiati akan jadi salah satu pemain kunci AC Milan untuk mengeliminasi Barcelona di babak 16 besar Liga Champions. Abbiati memang tidak kebobolan di leg pertama yang berlangsung di San Siro.

Tapi tak ada jaminan gawangnya akan kembali perawan saat main di Camp Nou. Apalagi Abbiati pernah punya kenangan buruk main di Camp Nou saat dia masih menjadi penjaga Atletico Madrid. 7 Oktober 2007 silam, adalah hari terburuk bagi Abbiati. Skuad Barcelona yang saat itu masih dilatih Frank Rijkaard tiga kali membobol gawang Atletico di kompetisi domestik La Liga Spanyol.

Sore itu Atletico malang memainkan Abbiati sebagai starter. Dia kebobolan saat laga baru memasuki menit ke-15. Lionel Messi dan Deco adalah aktor bobolnya gawang Abbiati saat itu.

Messi mencetak gol keduanya lewat kaki kiri. Beberapa pemain Barcelona yang terlibat di pertandingan tersebut adalah Victor Valdes, Carles Puyol, Eric Abidal, Xavi dan Andres Iniesta.

Abbiati akan menghadapi lawan yang sama di pertandingan nanti. Untuk itu tak boleh ada ruang kesalahan sekecil apapun dilakukan Abbiati pada pertandingan di Camp Nou nanti. Sebab jika dia kembali tiga kali dibobol para pemain Barcelona, maka tamatlah riwayat Milan yang ingin melakukan revans setelah dieliminasi Blaugrana di Liga Champions musim lalu.

Sebagai catatan, pada leg pertama di San Siro lalu, Abbiati bahkan mengaku tak sampai mengeluarkan keringat lantaran tumpulnya lini depan Barca. Ketika itu, Los Blancos hanya melepaskan enam tendangan ke gawang, dan cuma dua yang akurat.

"Saya hanya berkeringat karena tensi pertandingan. Kami tahu Barcelona akan mempertahankan penguasaan bola, jadi kami menyesuaikan diri dan fokus untuk memotong umpan-umpan terobosan mereka. Mereka sangat bagus dalam menekan para gelandang, itulah yang benar-benar kami cemaskan. Mereka biasanya tidak melepaskan tendangan dari jarak jauh dan kami berhasil memaksa mereka melakukan hal tersebut hingga akhir," papar Abbiati.

Boleh saja saat itu Abbiati mengaku tak berkeringat. Namun, dalam leg kedua di Camp Nou, sepertinya ia bakal mandi keringat lantaran dipastikan Lionel Messi cs bakal membombardir kubu pertahanan AC Milan

Monday, March 11, 2013

Roura calls for Barcelona composure

Thiago alcantara, Pinto dan Lionel Messi



FC Barcelona assistant coach Jordi Roura will send his players out with a simple order on Tuesday evening: to remain cool under pressure as they seek to overturn a 2-0 first-leg deficit against AC Milan. 

Milan hectored and harried the Catalan club into submission last month with second-half strikes from Kevin-Prince Boateng and Sulley Muntari giving them a healthy lead to defend in this UEFA Champions League last-16 decider at the Camp Nou. Roura's exhaustive assessment of the Italian side exposes the possibility of a frustrating night for the hosts, while words such as "serenity" and "confidence" emanated from his opposite number Massimiliano Allegri, who admitted "when you face Barcelona you're never calm".
Barcelona
Jordi Roura, assistant coach
The perfect match will be the one that ends well and takes us to the quarter-finals. We have to find the right balance between intensity, strength and haste. This match will last 90 minutes so we have to keep our heads and keep our cool, not lose control of the match.
We have all seen lots of games similar to this situation but every match has its own peculiarities. In the end we have to focus on how we play, but perhaps we have analysed the first leg against Milan more than any other match. Tomorrow is very important, not just for me, but for the club, the fans and the team as a whole.

Milan didn't surprise me. I know that playing away to Milan is always tough. I don't know how they'll play [tomorrow] but I imagine they will sit back on their 2-0 lead. We had a long week to work [after the first leg] and the team have responded well.
Tito Vilanova, as always, is living every game with a lot of intensity. He is having treatment but he's full of energy and watching our every move. We have analysed everything together in the same way we would [with Tito in charge]. It's not the same, but we're using all the technology available to be in constant touch [with him].
Evidently, conceding goals in the Champions League is always a problem. Tomorrow we don't want to concede. When you end up losing a match by 2-0 it means you didn't play very well and the opponent did. Milan are Milan, a great club and a tough rival. The match there was very hard for us but this is our opportunity to turn things around. 
Weekend resultSaturday: Barcelona 2-0 RC Deportivo La Coruña (Sánchez 38, Messi 88)
Pinto; Alves, Mascherano, Puyol, Adriano; Song; Thiago Alcántara (Iniesta 67), Fàbregas (Busquets 75); Sánchez, Villa (Messi 62), Tello.
• Lionel Messi scored for the 17th consecutive Liga game – the previous record had been ten – as leaders Barcelona returned to winning ways after back-to-back defeats by Real Madrid CF. It was also Barça's first clean sheet in 14 games in all competitions. José Manuel Pinto made his first league appearance of the campaign as Víctor Valdés began a four-match Liga ban.
Team news
Xavi Hernández has been nursing a right hamstring injury since the first leg and remains a doubt. 
Milan
Massimiliano Allegri, coach
Everyone knows how important the match is tomorrow. However, the process of building a team that started in August will not stop if we lose to the greatest team in the world. This team has young players with no international experience, so we need confidence and serenity tomorrow. Barcelona always force their opponents to play the same way because of their ball possession. If we can keep Barcelona away from our box, then we have a better chance of qualifying for the quarter-finals. 
I expect Barcelona to put us under a lot of pressure from the word go. They are very capable of turning the tie around. They create lots of chances to score, so you have to be good on the ball and determined when you are defending. We may have few chances to score but they are likely to leave gaps in their defence. When you face Barcelona you're never calm.
I think they will try and score an early goal, but we have to keep calm. I am lucky because I joined Milan and was able to manage great players, and this season I am just as enthusiastic managing a completely new team. I have to be patient to help them grow as players because they're young. Going through difficult times is part of the process. I am happy to be here and take charge of such an important match.
Tomorrow we have to play without pressure, especially when you compare Barcelona's experience in the Champions League to ours. Nonetheless, I trust my team and anything can happen in football. I expect them to play well and if we're lucky enough, we will qualify for the next round. 
Weekend result
Friday: Genoa CFC 0-2 Milan (Pazzini 22, Balotelli 60)
Abbiati; De Sciglio, Zapata, Mexès (Yepes 46), Constant; Flamini, Montolivo, Muntari; Niang, Pazzini (Balotelli 25), El Shaarawy (Abate 68).
• Milan's three points were hard earned, with Giampaolo Pazzini scoring the stunning opener – his ninth goal in 11 games – despite struggling with an ankle injury that forced him off immediately after. The hosts' Cesare Bovo hit a post before Pazzini's replacement Mario Balotelli doubled the lead on the hour. Milan, third in Serie A, played the last 25 minutes with ten men after Kévin Constant was sent off.
Team news
Pazzini (fibula) did not travel to Barcelona and Philippe Mexès (thigh) is rated as doubtful. Luca Antonini played 90 minutes for the youth side at the weekend and could feature for the first time since twisting his right knee on 14 February. Nigel de Jong is out for the season after damaging his left Achilles tendon in December. 
Match fact
• The fixture marks a homecoming for Bojan Krkić, a graduate of Barcelona's La Masia academy, who played in their first team from 2007 to 2011, making 104 Liga appearances and scoring 26 goals.